Nusatime.com, WONOGIRI — Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Wonogiri mengalami kenaikan signifikan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Kenaikan bahkan mencapai hingga 100%, namun tiket tetap habis terjual.
Kepala Operasional PO Agramas Wonogiri, Susanto, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak pekan kedua Maret hingga awal April 2026.
Untuk arus mudik, kenaikan tertinggi terjadi pada 13–20 Maret, sedangkan arus balik diperkirakan pada 23–30 Maret.
Ia menjelaskan, harga tiket bervariasi tergantung kelas bus. Untuk kelas AC VIP, harga normal sekitar Rp250.000 naik menjadi Rp510.000. Sementara kelas sleeper suite meningkat dari Rp430.000 menjadi Rp760.000 per tiket.
“Meski harga melonjak, jumlah penumpang tetap meningkat signifikan selama momen mudik,” ujarnya saat ditemui Espos, Jumat (20/3/2026).
Selama periode mudik, jumlah perjalanan bus PO Agramas meningkat hingga 300%–400% dibanding hari biasa. Tiket yang tersedia pun ludes terjual.
Kenaikan serupa juga terjadi di perusahaan otobus lain, seperti PO Sedya Mulya. Berdasarkan informasi dari akun resmi @sedyamulyagroup, harga tiket naik dari sekitar Rp250.000 menjadi Rp580.000 saat puncak mudik, bahkan mencapai Rp600.000 pada arus balik.
Koordinator Terminal Giri Adipura Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mengatakan kenaikan harga tiket bus selama musim mudik memang bervariasi, namun rata-rata mencapai 100%.
Meski demikian, tingginya harga tidak menyurutkan minat masyarakat menggunakan transportasi bus.
“Selama arus mudik, jumlah penumpang kedatangan meningkat tiga sampai empat kali lipat dibanding hari biasa,” jelasnya.
Pada hari normal, jumlah penumpang berkisar 1.000–1.500 orang per hari. Namun selama mudik Lebaran, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 3.000 penumpang per hari.

Leave a Reply