Nusatime.com, MADIUN – Puluhan perusahaan mengikuti pameran bursa kerja yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Madiun. Dalam bursa kerja itu ada belasan ribu lowongan pekerjaan yang disediakan.
Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk menekan angka pengangguran terbuka di Madiun yang saat ini mencapai sekitar 14.710 orang atau 3,22 persen. Job Fair 2026 ini digelar dua hari, Selasa-Rabu (19-20/5/2026) di Pendopo Ronggo Djumeno Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, menargetkan angka pengangguran terbuka di wilayahnya dapat ditekan menjadi sekitar 3 hingga 2 persen.
“Jumlah pengangguran terbuka ini menjadi masalah bersama yang terus kita tekan dengan kolaborasi pemerintah dengan semua pihak,” kata dia.
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Madiun turun menjadi 3,22 persen dibanding 2024 yang mencapai 4,32 persen. Dengan jumlah pengangguran dari 19.285 orang pada tahun 2024 menjadi 14.710 orang pada 2025.
“Salah satu upaya mengurangi adalah dengan menggelar bursa kerja seperti sekarang ini. Sesuai rencana, kegiatan digelar dua hari tanggal 19-20 Mei,” katanya yang dikutip dari Antara.
Sebanyak 60 perusahaan terlibat dalam bursa kerja tersebut. Rinciannya, 32 perusahaan hadir langsung di lokasi dan 28 perusahaan mengikuti kegiatan secara daring.
Perusahaan yang ikut itu berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Madiun, tetapi juga dari Pasuruan hingga Kalimantan. Total lowongan kerja yang tersedia mencapai 15.000 posisi dengan jumlah kebutuhan tenaga kerja yang beragam.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian setempat, sekitar 4.500 orang dari Kabupaten Madiun dan luar daerah ikut mendaftar mencari kerja dalam kegiatan tersebut.
“Ada perusahaan yang membutuhkan 200 tenaga kerja, 300 tenaga kerja, bahkan ada yang sampai membutuhkan 2.000 tenaga kerja,” kata dia.
Antusiasme pencari kerja sangat luar biasa yang ditunjukkan dengan padatnya area pendopo. Para peserta datang dengan pakaian formal seperti kemeja putih serta bawahan hitam sebagai bentuk kesiapan memasuki dunia kerja.
Bupati Hari Wuryanto berharap bursa kerja itu dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja maupun pencari kerja.
Saat membuka Job Fair 2026, Bupati Madiun didampingi oleh Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Sekda Kabupaten Madiun Sigit Budiarto dan jajaran Disnakerin serta OPD lain.

Leave a Reply