Pengangguran Terbuka Terendah di Jateng, Wonogiri Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Pengangguran Terbuka Terendah di Jateng, Wonogiri Fokus Tingkatkan Kualitas SDM
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 Balai Latihan Kerja (BLK) Wonogiri di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Senin (5/10/2026). (Istimewa/Pemkab Wonogiri)

Nusatime.com, WONOGIRI — Sebanyak 192 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 Tahun 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonogiri. Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Senin (5/10/2026).

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan keterampilan sekaligus daya saing sumber daya manusia (SDM) di Wonogiri.

Ratusan peserta tersebut merupakan mereka yang terpilih dari lebih dari 900 pendaftar yang sebelumnya mengikuti proses seleksi. Para peserta akan mendapatkan pelatihan dalam berbagai bidang kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha.

Saat membuka pelatihan, Bupati Setyo mengatakan pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas SDM. Menurut dia, tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan kompetensi menjadi salah satu modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia,” kata Setyo, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Espos, Senin siang.

Dia menyebut tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Wonogiri saat ini berada di angka 2,16%. Angka tersebut menjadi yang terendah di Jawa Tengah. Capaian itu dinilai menjadi modal positif bagi Wonogiri untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Meski demikian, Setyo menilai capaian tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kompetensi masyarakat. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan masyarakat tidak hanya memiliki kesempatan untuk bekerja, tetapi juga mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Dalam konteks tersebut, BLK memiliki posisi strategis. BLK menjadi salah satu ujung tombak pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di dunia kerja. Selain bekerja di perusahaan atau sektor formal, peserta pelatihan juga diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka peluang usaha secara mandiri.

“Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Tahun 2026 ini terselenggara atas dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta,” tambahnya.

12 Paket Disiapkan

Pelatihan berlangsung mulai 30 September hingga 4 November 2026. Sebanyak 12 paket kelas disiapkan bagi para peserta dengan beragam bidang keterampilan.

Beberapa kejuruan yang diberikan antara lain pengoperasian kecerdasan buatan (AI) untuk konten digital dan bisnis, administrasi perkantoran digital (digital office administration), pembuatan konten visual media sosial, Hydroponic Automation System, operator jahit, pengelasan (welder), penyiapan produk kue, rias pengantin muslim modifikasi, hingga pemeliharaan sepeda motor injeksi.

Beragam kejuruan tersebut diharapkan memberikan pilihan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Terlebih, perubahan dunia kerja yang semakin cepat menuntut tenaga kerja mampu beradaptasi dengan teknologi dan memiliki kompetensi praktis.

Bupati Setyo meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh. Dia juga berpesan agar peserta tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi benar-benar menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan oleh para instruktur.

“Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan dan menata masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Dia juga meminta peserta membangun etos kerja sejak mengikuti pelatihan. Sikap ulet, jujur, disiplin, dan bertanggung jawab dinilai menjadi bekal penting ketika peserta nantinya memasuki dunia kerja maupun memulai usaha.

“Dengan mengikuti pelatihan secara maksimal, para peserta diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang kompeten dan produktif. Pada akhirnya, peningkatan keterampilan tersebut diharapkan ikut memperkuat daya saing SDM Wonogiri sekaligus mempertahankan capaian rendahnya tingkat pengangguran di daerah tersebut,” pungkasnya.

Leave a Reply