Sambut Pemudik, Boyolali City Light Meriahkan Lebaran Sebulan di Jantung Kota

Sambut Pemudik, Boyolali City Light Meriahkan Lebaran Sebulan di Jantung Kota
Foto Kendaraan saat melewati Jembatan Kali Gede dekat Simpang Lima Boyolali, Kamis (12/3/2026). Sejumlah dekorasi lampu terpasang menyambut Boyolali City Light. (Daerah/Ni'matul Faizah)

Nusatime.com, BOYOLALI — Agenda Boyolali City Light kembali digelar pada Lebaran 2026 untuk menyambut pemudik sekaligus meramaikan pusat kota di Kabupaten Boyolali. Acara tersebut berlangsung selama sebulan, mulai 13 Maret hingga 11 April 2026.

Bupati Agus Irawan mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menyambut warga Boyolali yang pulang kampung saat Lebaran.

“Kami sudah merancang semuanya, Boyolali City Light untuk menyambut warga yang mudik dan mempercantik kota. Jadi biar pemudik dan warga Boyolali memiliki kesan sendiri sekaligus merayakan Lebaran,” kata Agus saat ditemui di Gedung DPRD Boyolali, Kamis (12/3/2026).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Boyolali, Prasetyo Adi Setiawan, menjelaskan rangkaian Boyolali City Light akan membentang dari kawasan Jembatan Kali Gede, Bundaran Simpang Lima Boyolali, hingga Tugu Susu Tumpah.

Di sepanjang jalur tersebut akan dipasang lampu dan dekorasi bertema Ramadan yang dibuat instagramable dengan konsep wajah baru Boyolali Maju. Ia berharap revitalisasi area pedestrian di Simpang Lima Boyolali dapat menunjang kegiatan tersebut.

Pembukaan Boyolali City Light dijadwalkan pada Jumat (13/3/2026) pukul 17.00 WIB dengan agenda buka puasa bersama masyarakat.

“Nantinya kami membuka dengan buka-buka takjil bersama Bupati-Wakil Bupati Boyolali. Tujuannya lebih mengutamakan masyarakat. Lalu ada pertunjukan kesenian dan band anak Boyolali,” kata Adi.

Selama pelaksanaan acara, berbagai komunitas seni dan masyarakat juga diberi kesempatan tampil, mulai dari pertunjukan band, seni budaya, hingga atraksi lainnya, terutama saat akhir pekan.

Menurut Adi, Boyolali City Light juga menjadi ruang bagi para seniman lokal untuk menampilkan karya mereka kepada publik.

“BCL ini ternyata jadi ajang para seniman Boyolali yang ingin unjuk gigi. Bagi masyarakat yang berminat, bisa mendaftar di kontak person di Instagram kami,” ujarnya.

Ia menambahkan seluruh pembiayaan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah, melainkan berasal dari sponsor.

PHRI Boyolali berharap gelaran tahun kedua ini dapat menarik lebih banyak wisatawan serta meningkatkan tingkat hunian hotel di Boyolali selama musim mudik Lebaran.

Selain itu, para pelaku usaha perhotelan juga didorong menyiapkan berbagai inovasi pelayanan dan promo menginap untuk menyambut para tamu yang datang ke Boyolali.

Leave a Reply