Nusatime.com, SOLO — Dua produk kebudayaan andalan Kota Solo masuk nominasi ajang bergengsi Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata. Keduanya yakni Wayang Orang Sriwedari (WOS) yang masuk dalam kategori Atraksi Budaya dan Canting Solo dari Joyotakan yang bersaing di kategori Cendera Mata.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Maretha Dinar Cahyono, menyampaikan masuknya dua potensi wisata budaya tersebut dalam API Awards 2026 memacu Disbudpar untuk konsisten merawat tradisi di tengah gempuran perubahan yang terus terjadi.
Proses masuknya kedua item budaya ini murni berdasarkan pengajuan mandiri yang dilakukan Disbudpar Solo ke tingkat nasional. “Dari Solo kami mengajukan dua item tersebut dan alhamdulillah dua-duanya lolos kurasi nasional,” kata Maretha saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (1/7/2026).
Maretha menjelaskan pemilihan WOS bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, WOS merupakan salah satu dari sedikit pentas budaya di Indonesia yang masih eksis dan tampil setiap hari, mulai dari Senin hingga Sabtu. Daya tarik pentas ini kian kuat karena mampu meregenerasi penonton dari kalangan anak muda.
“Sekarang penontonnya banyak anak-anak muda karena durasi pementasan sudah dipangkas menjadi lebih padat, sekitar dua sampai dua setengah jam saja. Selain itu, para pemain juga aktif mempromosikan diri lewat media sosial pribadi,” tambahnya.
Benteng Terakhir Perajin Canting
Sementara itu, untuk Canting Solo yang produksinya berpusat di kawasan Joyotakan, Maretha menyebutnya sebagai benteng terakhir perajin canting batik tulis tradisional di Jawa Tengah. Di tengah maraknya kain batik printing atau cetak, eksistensi canting tulis manual ini menjadi sangat vital.
Menariknya, industri rumahan di Joyotakan ini mampu memproduksi hingga 5.000 canting per hari dengan harga terjangkau dan melayani pesanan hingga ke luar daerah, termasuk Bali. Canting ini, lanjut dia, juga bisa dijadikan cendera mata dalam berbagai ukuran dan bentuk sesuai kebutuhan.
Karena itu fungsinya diperluas menjadi oleh-oleh dan hiasan yang bisa didapatkan para wisatawan di Solo. “Canting ini kami ajukan juga karena ini menjadi satu-satunya yang tersisa di Solo. Sehingga jika nantinya berhasil meraih penghargaan, harapannya mengenalkan canting Solo lebih luas lagi, tidak sekadar untuk rumah produksi,” kata dia.
Saat ini, kedua perwakilan Solo tersebut tengah bersaing ketat dengan sembilan nominator lain pada masing-masing kategori. Disbudpar Solo pun mengajak seluruh lapisan masyarakat Solo untuk memberikan dukungan penuh melalui kanal voting resmi hingga September mendatang.
“Kami memohon bantuan seluruh masyarakat untuk melakukan vote demi mengangkat potensi Solo di tingkat nasional. Caranya dengan memilih Canting Solo dengan kode API 6D untuk kategori Cendera Mata, dan Wayang Orang Sriwedari dengan kode API 13J untuk kategori Atraksi Budaya. Kesempatan voting ini dibuka sampai tanggal 30 September 2026,” jelasnya.

Leave a Reply