Bukan Korek Api, Penyebab Kebakaran Rumah di Wirun Sukoharjo Diduga Korsleting

Bukan Korek Api, Penyebab Kebakaran Rumah di Wirun Sukoharjo Diduga Korsleting
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air saat memadamkan kobaran api yang melalap rumah warga Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Rabu (1/7/2026). (Istimewa/Damkar Sukoharjo)

Nusatime.com, SUKOHARJO — Pemerintah Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo memberikan klarifikasi terkait penyebab kebakaran yang meludeskan sebuah rumah warga pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Berdasarkan hasil penelusuran sementara, kebakaran diduga dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

Kepala Dusun II Desa Wirun, Ari Bintoro, menjelaskan sebelum kebakaran terjadi, beberapa anak sempat bermain korek gas di teras belakang rumah. Percikan api dari korek sempat menyambar kursi sofa, namun berhasil dipadamkan warga.

“Tak berselang lama, justru muncul kobaran api dari dalam rumah. Jadi, penyebab kebakaran yang melalap rumah warga diduga berasal dari korsleting listrik,” kata Ari, Kamis (2/7/2026).

Rumah yang terbakar dihuni satu keluarga. Saat kejadian, dua anak berada di dalam rumah dan sempat terjebak. Warga yang mengetahui peristiwa tersebut segera mengevakuasi keduanya ke rumah tetangga.

“Saat kejadian bapaknya sedang bekerja. Tidak ada korban jiwa. Kedua anak berhasil dievakuasi warga sebelum api membesar,” ujarnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air ke dalam rumah. Namun, kobaran api dengan cepat menjalar ke sejumlah ruangan sehingga warga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran Satpol PP Sukoharjo.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, Margono, mengatakan dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari mobil pemadam kebakaran milik Kabupaten Karanganyar.

Ia mengimbau masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

“Masyarakat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan, baik di rumah, tempat usaha, maupun pabrik, agar risiko kebakaran dapat diminimalkan,” kata Margono.

Leave a Reply