Nusatime.com, BOYOLALI — Sebuah gudang bahan bangunan di Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, terbakar pada Jumat (9/10/2026) siang. Saat kejadian, gudang dalam keadaan kosong karena orang yang bertugas di sana sedang menunaikan salat Jumat.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
“Gudang dalam keadaan kosong saat kejadian karena ditinggal untuk salat Jumat. Kemudian, salah satu warga yang melihat kepungan asap di salah satu titik gudang lalu menghubungi penanggung jawab gudang dan diteruskan menghubungi Damkar Boyolali untuk memadamkan kebakaran,” kata dia.
Ia menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Damkar Boyolali mengerahkan dua unit truk pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Menyusul kejadian tersebut, Damkar Boyolali mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau. Warga diminta memastikan seluruh sumber api telah padam sebelum meninggalkan rumah.
Selain itu, masyarakat diingatkan untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah. Menurut Supriyono, masa pakai aman instalasi listrik berkisar 15 tahun sehingga perlu dilakukan pengecekan atau penggantian apabila sudah melebihi masa pakainya.
“Pastikan juga kompor atau tungku dalam kondisi aman sebelum meninggalkan dapur,” ujarnya.
Apabila terjadi kebakaran dalam skala kecil, masyarakat dapat melakukan pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) atau peralatan sederhana yang tersedia. Khusus kebakaran tabung gas, langkah pertama yang dapat dilakukan ialah menutup tabung menggunakan kain atau handuk basah serta memutus aliran listrik sebelum melakukan penanganan lebih lanjut.
“Jika tidak mampu menangani sendiri, segera hubungi Damkar Boyolali melalui nomor 0276-321313 atau WhatsApp 0822-9730-1113,” katanya.
Salah seorang petugas, Miftahul Huda, mengatakan area yang terbakar merupakan ruangan kantor di dalam gudang berukuran 4 meter x 8 meter.
“Sejumlah perangkat komputer dan tumpukan dokumen hangus. Akan tetapi, kami berhasil mengamankan sejumlah uang tunai di lokasi kejadian,” jelasnya.
Terkait dugaan penyebab kebakaran, Miftahul menduga api muncul akibat korsleting listrik pada komputer. Selain itu, ruangan tersebut juga memiliki atap berbahan besi konduktor yang diduga mempercepat penyebaran panas.
“Untuk proses pemadaman sekitar 40 menit. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” kata dia.

Leave a Reply