Nusatime.com, ISTANBUL — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan perundingan untuk mencapai kesepakatan damai permanen dengan Amerika Serikat tidak akan dimulai selama ancaman terhadap Iran masih berlanjut.
Melalui unggahan di media sosial X pada Senin (6/7/2026), Araghchi mengutip Pasal 13 Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat pada bulan lalu.
“Pasal 13 Nota Kesepahaman jelas menyatakan bahwa perundingan mengenai kesepakatan final tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda,” tulis Araghchi.
Nota Kesepahaman Islamabad yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan yang terdiri atas 14 poin tersebut membuka masa diplomasi selama 60 hari melalui perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat untuk mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.
Pernyataan Muncul Setelah Trump dan Israel Sampaikan Ancaman
Pernyataan Araghchi disampaikan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington siap menggunakan kekuatan militer apabila jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.
“Kami akan mencapai kesepakatan atau kami akan menuntaskan apa yang telah kami mulai. Itu tidak akan sulit dilakukan. Namun, saya lebih memilih mencapai kesepakatan karena saya tidak ingin 91 juta orang terdampak,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menyatakan pihaknya akan “menggagalkan” setiap pemimpin Iran di masa mendatang yang berupaya menyerang negaranya.
Dalam unggahan yang sama, Araghchi turut membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan kerumunan pelayat di Teheran saat prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari, hari pertama pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Leave a Reply